Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Sekedip Helaan Nafas

Rasanya baru kemarin aku mendengar tangisan kehidupanmu. Rasaku baru bulan lalu aku menimangmu dalam buaian. Tangan mungil yang belum puas kuciumi itu terasa ajaib telah sekejab waktu menjadi tangan terampil menggambar, menulis, menggulung benang layangan, mengendali sepeda, memegang raket, membuat kotor rumah, hingga terampil menyalakan korek api. Kaki kecil yang dulu ku teliti mendetail yang ternyata satu jari kelingking berkuku miring itu kini telah hebat menendang bola dan menendang segala sesuatu dihadapanmu ketika kamu marah. Mulut kecilmu yang dari dulu susah disuapi makanan sekarang berubah menjadi melodi-melodi teriakan kala keinginanmu tidak cepat terpenuhi. Jengkel memang. Aku seorang ibu, kusadari sekarang anakku butuh kearifan dan kebijaksanaan bukan emosiku yang meledak-ledak seperti muda dahulu.   Anakku yang sekarang hampir tujuh tahun telah mampu mempertimbangkan peristiwa hidup. Segala tingkah lakuku banyak dia kritik ketika tak sejalan dengan apa yang aku k...